Kutipan-Kutipan dari Buku-Buku Paulo Coelho

6 03 2008

Buku-buku karya Paulo Coelho selalu memberikan banyak inspirasi kehidupan. Berikut ini Mond persembahkan kutipan-kutipan dari beberapa bukunya yang sempat membuat Mond mikir sampai nangis terharu…

Sang Alkemis (The Alchemist)

  • “Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati…bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia.”
  • ~The Alchemist

  • “Orang dicintai karena mereka memang dicintai. Tak perlu ada alasan untuk mencintai.”
  • ~Fatima

Veronika Memutuskan Mati (Veronika Decides To Die)

  • “…kegilaan adalah ketidakmampuan mengomunikasikan apa yang ada dalam pikiran.”
  • ~Zedka

  • “Kita semua, apapun bentuknya, adalah gila.”
  • ~Zedka

  • “Sebetulnya semua orang itu gila, tetapi yang paling gila adalah mereka yang tidak sadar bahwa diri mereka gila; mereka hanya mengulang-ulang apa kata orang
  • ~Veronika

  • “Cinta itu di atas kearifan, seperti Perawan Maria di atas ular. Baginya, segala sesuatu merupakan inspirasi. Ia tidak menilai mana yang baik dan mana yang jahat.”
  • ~Eduard

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis (By The River Piedra I Sat Down and Wept)

  • Mereka bahagia karena orang-orang yang mencintai akan menaklukkan dunia dan tidak takut kehilangan. Cinta sejati adalah penyerahan diri seutuhnya.
  • Catatan Penulis

  • “Cinta tak perlu didiskusikan; cinta memiliki suaranya sendiri dan berbicara untuk dirinya sendiri.”
  • “Kalau kau merasa itu takdirmu, pergi dan carilah. Hanya manusia yang bahagia yang dapat menciptakan kebahagiaan di hati sesamanya.”
Advertisements




Live still to die…

21 02 2008

“Live still to die, that by death you may purchase eternal life…. As the preacher sayeth, there is a time to be born and a time to die; and the day of death is better than the day of our birth.”

(“Hidup diam untuk mati, bahwa dengan kematian kau dapat membeli kehidupan abadi… Seperti pengkotbah mengatakan, ada waktu untuk dilahirkan dan ada waktu untuk mati; dan hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran kita.”)

Kalimat di atas adalah pesan Lady Jane Grey kepada John Brydges, letnan Tower of London, 1554. Karena ambisi John Dudley, Jane Grey dinikahkan dengan Guildford Dudley pada usia 15 tahun dan diangkat sebagai ratu Inggris pada Juli 1553. Ia hanya memerintah selama sembilan hari sebagai ratu yang tidak bahagia. Mary Tudor mengeksekusi Jane Grey sebagai tindakan politik. Ratu Sembilan Hari ini diangkat sebagai martir pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I karena keberanian dan keteguhannya memegang agama Protestan.